03-02-2026

Faktor Global yang Mempengaruhi Harga Emas dan Perak

Harga emas dan perak sangat sensitif terhadap berbagai indikator ekonomi makro dan situasi geopolitik global. Berikut adalah faktor-faktor utama yang menggerakkan harga kedua logam mulia ini:

 

1. Kebijakan Moneter Bank Sentral (The Fed)

 

Ini adalah penggerak utama pasar saat ini. Kebijakan Federal Reserve AS (The Fed) memiliki dampak langsung:

  • Suku Bunga: Emas dan perak adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (bunga/dividen). Ketika suku bunga naik, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas menjadi lebih tinggi dibandingkan memegang obligasi atau deposito, sehingga harga emas cenderung turun. Sebaliknya, jika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik.

  • Quantitative Easing (QE): Kebijakan pelonggaran moneter biasanya memicu kekhawatiran inflasi, yang mendorong investor membeli emas sebagai pelindung nilai.

2. Kekuatan Dolar AS (USD)

 

Emas dan perak diperdagangkan dalam mata uang Dolar AS (XAU/USD dan XAG/USD). Terdapat korelasi terbalik yang kuat antara Dolar dan logam mulia:

  • Dolar Menguat: Harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan turun dan harga tertekan.

  • Dolar Melemah: Harga emas menjadi lebih murah bagi investor internasional, meningkatkan permintaan dan harga.

 

3. Inflasi dan Data Ekonomi

 

Emas secara tradisional dianggap sebagai hedge (lindung nilai) terhadap inflasi.

  • Jika inflasi melonjak tinggi, nilai uang kertas tergerus, dan investor beralih ke emas untuk mempertahankan daya beli.

  • Data ekonomi penting lainnya meliputi Non-Farm Payrolls (NFP), angka pengangguran, dan PDB (GDP). Data ekonomi yang buruk sering kali mendukung harga emas karena memicu spekulasi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga.

 

4. Ketidakpastian Geopolitik

 

Emas dan perak dikenal sebagai aset safe-haven (aset aman). Harga cenderung melonjak saat terjadi:

  • Perang atau konflik militer.

  • Ketegangan perdagangan antar negara besar (misal: AS vs China).

  • Krisis politik atau ketidakstabilan pemerintahan.

    Pada masa-masa ini, investor menghindari aset berisiko (saham) dan "lari" ke keamanan emas.

 

5. Penawaran dan Permintaan (Supply & Demand)

 

  • Permintaan Industri: Perak memiliki penggunaan industri yang jauh lebih besar daripada emas (elektronik, panel surya, medis). Oleh karena itu, harga perak lebih sensitif terhadap kondisi sektor manufaktur global.

  • Pembelian Bank Sentral: Negara-negara seperti China, India, dan Rusia sering menambah cadangan emas mereka untuk diversifikasi devisa, yang dapat menopang harga jangka panjang.

  • Produksi Tambang: Gangguan pada tambang besar atau biaya penambangan yang melonjak dapat membatasi suplai dan menaikkan harga.

 

6. Spekulasi Pasar

 

Sentimen investor dan pedagang besar (institusi) di pasar berjangka (futures) juga sangat mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek. Laporan seperti Commitment of Traders (COT) sering digunakan untuk melihat posisi para pemain besar ini.